Wednesday, January 04, 2006

Antara saya dan membaca

Reading

Membaca buku adalah bagian dari hidup saya. Penyebabnya adalah papa saya. Saat saya kecil dulu, papa selalu menaruh saya di pangkuannya dan membaca cerita-cerita dari majalah Bobo atau komik anak-anak lainnya. Saya sangat terbuai dengan cerita-ceritanya. Tapi saat saya duduk di kelas 1 SD dan mulai belajar membaca, papa menolak untuk membacakan cerita-cerita tersebut untuk saya. "Kamu kan sudah belajar membaca. Sudah saatnya kamu membaca sendiri cerita-cerita itu!". Saat itu saya sempat sedih dan marah. Tapi papa kemudian menggoda saya dengan membelikan sebuah buku cerita yang kelihatan mewah bagi anak berumur 7 tahun pada saat itu. Sebuah buku bersampul tebal dengan kertas yang licin dan gambar-gambar yang indah dan berwarna. Saya masih ingat judul buku itu, Peter Pan. Buku itu adalah seolah-olah harta yang sangat berharga bagi saya. Entah berapa puluh kali saya membaca buku itu dan mengagumi gambar-gambar di dalamnya, dan tidak seorangpun saya ijinkan untuk menyentuh harta karun saya itu Lol

Dari Bobo, Peter Pan beranjak ke Donald bebek dan H. C. Andersen. Kemudian naik ke jenjang lebih tinggi, serial dari Enid Blyton dan Alfred Hitchcock, Anita dan Hai. Perkembangan musik era 80-an saya lahap lewat Hai. Kemudian Kho Ping Hoo mewarnai hari-hari saya. Wah.. sampai kecanduan. Pernah satu set serial Kho Ping Hoo dibakar papa, gara-gara ketahuan saya mengabaikan peringatannya dan sama sekali tidak belajar saat ujian semesteran, malah asik dengan Kho Ping Hoo itu. Ya, papaku memang tegas.

Namun jika saya mengingat masa-masa itu, serial Petualangan dari Enid Blyton dan cerita-cerita kepahlawanan bangsa Indian adalah cerita-cerita yang sangat menghanyutkan saya. Pernah adik laki-laki saya meminjam serial Old Shutterhand and Winnetou dari temannya khusus untuk saya.

Kemudian cerita bergambar dari Jepang merambah pasaran buku di Indonesia. Doraemon, Candy-candy, Maya Kitajima sampai yang terakhir Shin-chan. Untung saja adik perempuan saya juga sama gilanya dengan saya menyangkut buku, jadinya kami bisa saling bergilir untuk membeli buku-buku tersebut.
Sayangnya adik saya ini tidak tertarik dengan novel, sehingga untuk urusan ini harus saya tangani sendiri.

Saat di Bali saya menjadi lebih selektif dalam membeli buku. Asian diver, Harry Potter, Shin-chan (yang selalu bisa bikin saya terpingkal-pingkal), kadang-kadang Cosmopolitan (kalau sedang isenk), dan beberapa novel lainnya. Yang pasti harus selalu ada sesuatu untuk dibaca.

Saat pindah ke sini, tidak lupa juga saya siapkan beberapa novel baru dalam tas saya. Sayangnya kapasitas untuk membawa buku sangat terbatas, dan untuk melahap buku-buku tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama. Saya kangen Asian diver, tapi kalau mau berlangganan dari sini, aduh mak, bisa bangkrut saya.

Karena membaca via dunia internet tidak bisa memenuhi kebutuhan saya akan buku, saya mulai mencari-cari buku/majalah yang menarik bisa saya baca. Iseng saya ambil National Geographic dari rak majalah di supermarket. Setidaknya walaupun dalam edisi bahasa Belanda, foto-foto dalam majalah ini bagus-bagus. Dan, setidak-tidaknya karena penasaran dengan cerita dalam foto-foto itu saya mencoba membaca teks-teks kecil tentang foto-foto tersebut dengan bermodal 2 kamus di depan saya. Sudah pasti mengerti teks-teks di dalam tersebut tidak mudah bagi saya yang bahasa Belanda-nya masih parah begini Confused Untung ada kamus lengkap saya yang bermerek Reinier Happy

Dan ternyata keisengan saya membeli National Geographic membuat Reinier mengambil inisiatif untuk berlangganan majalah ini. Dan karenanya kami bisa memilih salah satu paket selamat datangnya, dan kami memilih buku "Mensen In Hun wereld" sebagai hadiahnya.

Dan pada ulang tahun saya bulan lalu, saya juga memperoleh sebuah buku sebagai kado dari teman-teman sekelas saya. Sebuah buku foto "Wide Angle - National Geographic - Greatest places". Buku ini memuat foto-foto koleksi dari National Geographic.

Dan akhir tahun kemarin Reinier memperoleh sebuah kalender cantik, juga dari National Geographic, dari bos departemennya. Wah... minggu-minggu ini jadi bernuansa National Geographic.

Ada senangnya, namun juga ada sebelnya buat saya. Senang karena memperoleh 2 buku cantik dan 1 kalender yang juga cantik secara gratis. Namun sebel karena saya jadi harus "berpikir" selama membaca buku-buku ini. Sementara saya lebih menikmati bacaan saya jika saya dapat terhanyut dalam cerita yang ada tanpa harus menerjemahkan apa yang sedang saya baca Doofus

Ah.. mudah-mudah akan datang waktunya di mana saya mampu membaca buku-buku ini semudah saya membaca dalam bahasa Indonesia. Mungkinkah? Yah... namanya juga mudah-mudahan..

9 comments:

Anonymous said...

aku juga kutu buku, sampe mataku minus 8 gini mbak :p

pernah liat2 buku bekas di de slegte gak mbak? mereka punya juga buku bhs inggris dan harganya lumayan dibandingkan buku baru. ato kalo gak ya ke perpustakaan, banyak buku2 baru juga. aku juga sama sepertimu, gak bisa rileks kalo baca dlm bhs belanda. eh siapa tau di perpus eindhoven juga ada novel dlm bhs indonesia spt perpus di arnhem!!

++retno

Anonymous said...

ah komen lagi ah :p
aku baru dr website perpus eindhoven. wah bagus bener websitenya mbak, gak standar kayak website perpus lainnya. duh jd penasaran pingin ke situ. websitenya aja bagus gimana benerannya yak. aku iseng nyari buku pake kata "cinta" nemu satu buku karangan s mara gd!! mereka ternyata punya section buku berbahasa indonesia. mungkin gak banyak (di arnhem cuma ada sekitar 20-an), tp siapa tau di antara itu ada favoritmu ;)

selamat membaca!!

++retno

Anonymous said...

pasti bisa dong since ... nanti kalo sudah lama-an disini pasti ilmu bahasa londo meningkat ... hehehe ... sementara minta reinier aja dongengin sebelum tidur hihihi!

Anonymous said...

Eh say..kok samaan siy dgn gw?! seneng buku2x nat.geo. Liat aja nat geo channel, pake bhs Inggris kan?! Trus biasanya abis di filmin gituw udahanya muncul di majalah geo nat yg berbahasa Londoh.

Sempet baca yg edisi wanita2x Afghaans gak?? Duh kesian mereka loh..:( Banyak yg jd prostitusi gitu, atau yg di jual sama oomnya sendiri..hiiiy merinding gw bacanya.

Ira said...

heheh pada suka baca buku ternyata ya.... aku juga kutu buku banget.... dari novel sampe kho ping hoo aku abca semua... aku juga sempat bawa beberapa novel dari indo.... sekarang aku lagi sibuk bikin blog ttg buku buku yang aku baca tapi belom di publish hihihih masih malu

Ira said...

hihih mana link KPH-nya.. cari cari dari tadi ndak nemu...

aku punya sih beberapa KHP dalam bentuk e-book kalo mau baca... aku bisa kirim lewat YM atau email...

kapan mau ke utrecht, tukeran buku???

Ira said...

makasih ya linknya.. ada beberapa yang aku belom punya...
kirim email deh ke info@webkita.net
nanti aku kirimin KPH yang aku punya....

Lu-c said...

Hallo! Salam kenal dulu ya....

Wah, anda gemar sekali membaca, hebatt..hebatt...!! Aku juga dulu waktu kecil demen banget baca buku Enid Blyton, abis seru banget, bisa kebayang gimana petualangannya :D.

Sekarang, pengennya juga baca buku bahasa belanda, sekalian memperlancar, cuman...koq males. Udah beli donald, yang mudah dibaca and dimengerti ajah blon abis-abis dibaca, hehehehe... (keterlaluan ya?)

Fijne weekend yah...

Anonymous said...

Kutu buku biasanya pinter orangnya!
Apa kabar Sin?