Tuesday, January 24, 2006

Kejutan...

Berakhir pekan di Roma? Ya, itu kejutan dari Reinier minggu kemarin pada saya, untuk setahun usia perjalanan kami bersama. Saya sempat ternganga mendengarnya. "Hah?? Roma?? Wiken besok?" Antara senang dan sebal. Sebal, karena saya bukan tipe orang yang menyukai kejutan. Sudah cukup banyak kejutan yang saya dapatkan dari hidup itu sendiri. Senang, kerena usahanya itu.

Alhasilnya, Jumat siang kami berangkat dari airport di Eindhoven. Jadi berandai-andai... andaikan penerbangan ke Indonesia juga bisa langsung dari Eindhoven sini, tanpa harus ke Schiphol atau kota-kota lainnya lebih dulu..

Tiba di Roma sekitar pukul setengah lima sore. Setelah menaruh barang-barang bawaan di hotel, tanpa menunggu lama kami langsung berkeliling. Lapar mata dan lapar perut. Tujuan pertama, Piazza di Spagna - Spain square. Sayangnya kami hanya bisa melihat tangganya saja. Gerejanya sendiri sedang direnovasi. Berhubung ini perut mulai berkuluyuk, kami singgah di salah satu pizzeria di sekitar square ini.
Sebelum kembali ke hotel, kami singgah sebentar di Colosseum dan Piazza Venezia untuk menikmati bangunan-bangunan ini bermandikan cahaya lampu.

Keesokan paginya kami kembali menyusuri kota ini. Kali ini kami menuju Fontana di Trevi, menurut hikayat, kalau kita melemparkan koin ke dalam kolam ini, suatu hari nanti kita pasti akan kembali lagi ke Roma Thinking Terlepas dari percaya atau tidak, toch iseng kami melakukannya juga. Yang unik di sini, ada sepasang pemancing yang sibuk memancing di kolam ini. Jangan salah bukan ikan yang dicari, melainkan koin!!! Ujung pancingannya itu bukan kait, melainkan magnet kecil ShockedKira-kira berapa ya yang bisa mereka kumpulkan dalam sehari?


Fontana di Trevi

Dari sana kami singgah di Pantheon, bekas kuil pemujaan dewa-dewa orang Romawi sebelum akhirnya dipakai sebagai gereja. Di kubah bangunan ini terdapat lubang (oculus - mata), dimana sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan di dalam kubah ini. Sayang, tripod tidak diijinkan dipakai dalam ruangan.

Sebelum menuju ke Vatikan, kami melewatkan waktu sebentar di piazza Navona untuk menikmati secangkir cappuccino. Begitu tiba di Vatikan, astaga.. antrian orang-orang yang ingin masuk ke St. Peter's basilica panjang sekali. Padahal sekarang sedang musim dingin, tapi antrian orang-orang itu benar-benar.. wah!!! Rasanya, saya tidak setabah dan sekeukeuh itu, berdiri berjam-jam dalam antrian panjang.

Karena tidak mau menghabiskan waktu berdiri di dalam antrian itu, kami putuskan untuk kembali sore nanti, mungkin saja antriannya makin pendek.
Forum Romanum, salah satu kompleks puing-puing reruntuhan bangunan Romawi, dan Colosseum adalah tujuan selanjutnya.
Berdiri di sana membuat saya tidak habis berpikir bagaimana dan berapa lama waktu yang dibutuhkan saat itu untuk membangun bangunan-bangunan raksasa itu, dan berapa jiwa yang dikorbankan untuk semua itu? Terlebihi saat berdiri di Colosseum. Berapa banyak darah yang membasahi arena itu? Seberapa gempita suara orang-orang yang menikmati pertunjukan berdarah di sana? Sebuah kejayaan atau kekejaman? Kejayaan manusia berakhir dalam waktu, tapi kekejaman manusia, berakhir dalam waktu juga kah?


Colosseum, Rome

Sorenya kami kembali ke Vatikan. Dugaan kami benar, antrian yang ada sudah sangat pendek, kami hanya butuh sekitar 10 menit berdiri di sana.
Melangkah di dalam St. Peter's basilica adalah melangkah dalam sebuah sajian kemewahan. Sentuhan seni ada di setiap pori-pori ruangan ini. Saya hanya bisa berdecak kagum...

Memanjakan lidah? Sudah tentu tidak ketinggalan. Pizza, pasta, rissoto, cappuccino, expresso yang pekat dan kental dan gelati (ice cream). Diet boleh ditunda untuk sementara Smiles
Tapi yang menyebalkan adalah di beberapa restoran, kami harus membayar peralatan makan (piring, sendok, garpu dan gelas) yang kami gunakan. Tentu saja di semua restoran, semua peralatan tersebut sudah secara otomatis dihitung dengan harga makanan. Tapi kalau ditulis terpisah sebagai biaya penggunaan peralatan makan di bon, sudah tentu sangat menjengkelkan.


St. Peter's basilica, Vatican

Minggu pagi kami kembali ke Eindhoven.
Ah, masih ada banyak tempat yang ingin kami kunjungi, namun akhir pekan hanyalah sebuah waktu yang singkat untuk merambah jejak-jejak masa lalu di kota itu.
Tidak banyak foto yang saya tampilkan kali ini. Namun foto-foto bisa diklik di sini atau di My Gallery.

Bride & Groom

Waktu berlalu tanpa terasa. Setahun sudah kami melangkah bersama. Usia yang masih sangat muda. Namun selama setahun ini banyak sudah yang kami pelajari untuk saling mengerti dan menyesuaikan. Semoga kami menjadi semakin kuat lewat waktu dan terus bertahan saat badai menerpa.

"Bantu kami ya Tuhan. Bimbing langkah kami dan kuatkan kami."

12 comments:

Anonymous said...

Happy Anniversary ya Sin!! Semoga langgeng dan berbahagia selalu!

Itu foto yang paling bawah cantik dan romantis sekali!!

Anonymous said...

since ... happy anniversary ya!!! semoga langgeng dan bahagia selaluuu ... amin.

enaknya dikasih kejutan jalan-jalan gitu ... aku juga mau!!! hihihi ...

iya foto yang paleng bawah bagus banget, foto dimana? bali??

Anonymous said...

Tante, selamat ya schat! Yang pasti terus2xan romantis deeeh ;) dan langgeng sampe kakek-nenek..(sama kita juga tetep langgeng pengen ikut ngerasain kalo elo jadi nenek2x..wakakakakkks)

Reinier emang paling attent sama bininya ya..sdh pinter masak romantis pula..duh kapan ya Maik kasih gw kejutan2x lagi spt waktu br pacaran..:(

Fotonya indah banget Sin..Baguuuuussss euiii :))

Anonymous said...

selamat ultah pernikahan ya mbak! semoga rukun selalu sampe akhir :)

thumbs up for rainier! pilihannya bagus bgt! seperti biasa pujianku juga utk foto2mu yg bagusnya seperti foto2 di buku!!!!!

++retno

Anonymous said...

mammi Since... ternyata dirimu pergi nun jauh ke Roma bersama pappi Reinier untuk merayakan "1th" pernikahan kalian, selamat..selamat & gefeliciteerd, kita doakan kalian langgeng terus sampe oma-opa :D

itu foto bagus2 apa si Reinier tukang foto yach ?? hehehe kalo gitu si Since foto modelnya dong :)

si inot said...

selamat yaa ultah perkawinan ke-1.. hihihi, aku juga gak demen kejutan,biar dikasih kado mahal tapi kl terkejut dah asem duluan. mbak sin, kompiku sekarang kok jadi leleeeet banget. luambat alias lemot pol. kenapa yaa...

Ira said...

happy anniversary ya Since.... sorry telat hihihi.. baru buka... semoga berkat tuhan selalu menyertai perjalanan hidup kalian berdua

Anonymous said...

Selamet yah ..... biar akur trus tak doain :)
Katanya sich 50.000 org yg mati di colloseum .
Fontana di Trevi fontein van liefde katanya , bukannya kalo lempar coin kesitu bakaln cintanya abadi or enteng jodoh ???.
Lair di indo knal banyak pamalinya , coinnya ga boleh diambil yoh bawa sué katanya hahaha

liefs,
digits
http://www.digitsplace.com

nie said...

wahhhh dapet kejutan dari suami heuheuheuheu... senangnya jalan2 ke ROma... daku jg kepingin hueheuhue...
happy first anniversary yah! :) God bless your marriage.

Theresia Maria said...

since, met kenal yach. asik nih dapet surprised ke roma. romantis banget! kita ikut ngucapin selamat ultah perkawinan, moga tetep mesra aja sampe seterusnya. taun berikutnya kemana, sin. venesia kali...

Innuendo said...

happy anniversary...cuwek ah biar telat. eh aku suka banget pic yg baju putih. natural, indah banget

Marlina said...

Ah, ternyata Since yg lagi anniversary! Van harte gefeliciteerd ya!!! Tetap langgeng dan harmonis sampe opa-oma..
Since, foto wedding yg di beach itu..duhhh bagusnyaaa..sederhana tapi romantis!