Monday, December 18, 2006

Jalan-jalan di Banjaardstrand

Sejak urusan pindah rumah 2 bulan yang lalu, kebanyakan akhir minggu kami diisi dengan kesibukan yang berhubungan dengan urusan rumah. Tidak banyak waktu yang tersisa untuk bersantai, sekedar bersepeda atau berjalan menyulusuri hutan kecil.

Saat menjenguk orang tua Reinier di Goes hari Minggu kemarin, kebetulan sekali cuaca juga cerah dan tidak terlalu berangin, segera setelah makan siang di tempat mertua, kami berjalan-jalan sebentar di Banjaardstrand (pantai Banjaard), kira-kira setengah jam dengan mobil dari Goes.

Dalam perjalanan ke Banjaardstrand cuaca berubah dengan cepat, awan hitam tampak menggantung dan datang dengan cepat ke arah kami. Waahhh... bisa batal nih acara jalan-jalan di pantai..
Pffeeeuuh...PhewUntung saja awan hujan tersebut juga cepat berlalu secepat datangnya.


Tapi berkat awan hujan tersebut, terbentuklah pelangi indah ini.
Kalau diperhatikan dengan teliti, di sebelah kiri pelangi juga tampak samar-samar bayangan pantulan pelangi.


Hayooo... berlomba menuju ke ujung pelangi, siapa tahu menemukan harta karun Teethy
Foto di atas diambil dari dalam mobil, berlomba dengan kibasan whiper dan tetesan hujan di kaca depan mobil.


Awan tebal yang menggantung dan paduan sinar matahari musim dingin sungguh mengeluarkan warna-warna yang indah dalam aura Bumi.


Garis pantai yang terlihat di kejauhan dari puncak bukit pasir.
Parkiran mobil ada di belakang saya, di balik bukit pasir (duinen) ini.


Astaga!!!! Tiba di dataran pasir... ternyata garis pantai masih jauh, lebih jauh dari yang saya perkirakan!!!


Neetje Jans dan dam Stormvloedkering di kejauhan.


Asyik juga memperhatikan anjing-anjing yang berlari ke sana ke mari dengan girangnya mengejar bola yang sesekali dilemparkan oleh tuannya.


Atau pengendara kuda yang menikmati ketenangan pantai dengan berkuda santai sepanjang pantai ini. Tapi menyebalkan juga, pantai bersih dari kotoran anjing tapi tidak dari kotoran kuda. Annoyed And Disappointed


Our foot prints, isenk membuat jejak kaki di atas pasir pantai. Uiih... jejak kaki Reinier seperti Gulliver saat di negeri liliput Hysterical

Kami menghabiskan sekitar 1 jam untuk berjalan menyulusuri pantai. Sebenarnya masih ingin lebih lama lagi, tapi angin pantai yang dingin membuat telinga saya agak sakit, walaupun telinga ini sudah berlindung di balik muts, mungkin karena muts-nya kurang tebal.

Segar rasanya mendengarkan kembali deru ombak, memandang horizon di kejauhan, merasakan angin dingin yang membelai kulit, berjalan di atas pasir...

Puji dan syukur saya lantunkan untuk kesempatan ini, waktu, kesehatan, keindahan, kehangatan dan kebersamaan yang masih saya miliki, dan ingin terus saya miliki.

7 comments:

Theresia Maria said...

poto ketiga aku suka Sin, mooi...
wah, haha...ada jejak kaki raksasa, ato emang kakimu yang mungil.

Anonymous said...

Sinceeeeeeeeeee.......aduh foto2nya...cuantikkk sekaleeee!, ya pelanginya, ya lautnya!! kayak lukisan deh!!

Ira said...

oya bener..kemarin banyak pelangi...aku sempat nemu tiga di tempat yang beda beda....
photonya bagus bagus Sin

Innuendo said...

wow cantiknya....itu yg naek kuda, keren deh....kayak di pilem2x, berkuda di pantai hiihi

cuma, tulisan di picsnya jadi sdikit menghalangi hikhikhik

Emaknya Bunny said...

sudah lama pelangi tidak nongol di langitku :D ,pics nya bagusss bangetttt rela kok aku jadi mangsa kameramu sin akakakkkakaa

wahh ke pantai pada pake tebel getuh ya???dinginnnn?

Marlina said...

fotonya bagus2!!

ukuran sepatumu berapa Sin? kalo punya si Reiner? hehe.. nanya, kayak yg mo ngasih kado sepatu aja nih, hihi..

Anonymous said...

Salam kenal, Tante. Wah memang fotonya bagus-bagus. Sayang kalau rusak. Ngoleksinya pakai apa Tante. Pernah pakai Picasa. Boleh dicoba, gratis download di blog saya.