Tuesday, December 26, 2006

My Grey Christmas

Berhubung ayah mertua saya sedang terbaring di rumah sakit karena operasi perbaikan sendi pinggulnya, kami memutuskan untuk menghabiskan liburan natal kami selama beberapa hari di Goes, menemani ibu mertua sekaligus juga lebih mudah untuk bolak-balik ke rumah sakit.

Natal kelabu?
Yup!! Natal yang kelabu.
Tidak.. tidak.. kelabunya sama sekali tidak ada hubungan dengan urusan perasaan, dan tidak ada hubungannya juga dengan ayah mertua yang sedang terbaring di rumah sakit.

Mengapa saya sebut natal yang kelabu?
Karena sepanjang hari-hari itu memang kelabu. Awan kelabu yang menggantung tebal di langit, kabut yang menghiasi sepanjang hari, sungguh jauh dari white Christmas!!
Namun hari-hari bernuansa kelabu ini tidak berarti membosankan atau juga "kelabu" bagi emosi.
Hari-hari kelabu ini juga punya cerita-cerita yang menarik.
Tidak percaya?
Lihat saja foto-foto di bawah ini.


Asap hitam tebal tampak di ujung jalan tol dekat Oirschot dalam perjalanan ke Goes. Wah.... jangan-jangan kecelakaan nih.
Segera siap-siap kamera dan... klik, jadilah foto di atas.


Ah.. ternyata kebakaran di sebuah gudang pas di tepi jalan tol. Panasnya terasa lho sampai di mobil saat kami melewati lokasi kebakaran ini.

Di antara waktu besuk ke rumah sakit setiap hari, kami juga menyisihkan waktu untuk berjalan-jalan seputaran propinsi Zeeland ini.


Menyulusuri platteland, daerah pertanian yang datar (namanya saja sudah plat Teethy ).
Kabut yang menggantung sepanjang hari, namun justru membuat daerah pertanian ini tampak misterius. Ah.. hahaha.. saya mungkin terlalu banyak berfantasi ya Hysterical

Setelah jalan-jalan di platteland, kami mengunjungi Kloetinge, kota kecil tempat Reinier dibesarkan.


Bangunan di atas dulu bekas kantor walikota (gemeentehuis) Kloetinge, sekarang digunakan sebagai bangunan untuk appartement.


Kolam air yang dulu dipakai sebagai tempat minum kuda. Sekarang tempat mandi bebek.
Ah apapun kegunaannya, tidak penting bagi saya. Yang paling adalah pantulan yang begitu menarik dari air yang tenang ini, yang bisa saya klik dengan kamera saya.


Kabut dan gereja tua...
Hmmm...

Keesokan harinya giliran Vlissingen yang kami kunjungi.
Berjalan di pantai, mendengar debur ombak.. tapi dingin boo... ditiup angin pantai Shiver

Boulevard Vlissingen di kejauhan.
Pantai terlihat kosong, tapi jangan terkecoh, banyak sekali yang berjalan di pantai dengan anjing mereka.


Lalu lintas laut di Vlissingen juga termasuk ramai. Tidak heran, semua lalu lintas laut yang dari dan menuju pelabuhan Antwerpen, yang katanya sebagai pelabuhan terbesar bagi trade antara Asia-Eropa, harus melewati daerah ini.

Dan hari ini, Natal kedua, kami mengunjungi Neeltje jans, bukan pantainya kali ini, tapi bendungan penahan badainya, dam Stormvloedkering.
Cerita dan foto-foto babak terakhir ini menyusul nanti. Masih malas ngolahnya Smiles


Ah ya, foto di atas di-shoot kemarin malam. Menara yang penuh cahaya itu adalah bekas menara pemancar televisi. Menara ini selalu dihiasi dengan lampu-lampu yang indah pada saat-saat tertentu, misalnya Natal sampai tahun baru dan juga saat Koninginnedag.
Hihihi.. Reinier sampai gemetaran kedinginan gara-gara menemani saya mengambil foto-foto di sekitar menara ini. Oooh... mijn lieve.. lieve Reinier Flirty

Demikianlah my grey Christmas yang tidak se-white Christmas di Finlandia misalnya Teethy

13 comments:

Mutiara said...

Grey Xmas? Yang penting kebersamaannya itu yang lebih penting. Merry Xmas Since...

Marlina said...

Cuaca memang agak2 kelabu ya..ach yg penting kan gak ujan, hehe..

Foto yg ada kolamnya itu bagus bgt ya Sin. Eh tapi semuanya bagus2 kok, siapa dulu tukang fotonyaa! ;)

Emaknya Bunny said...

met natal neng....btw gak sekalian mandi juga di kolam itu?wuahahahahah kidding

amethys said...

met natal sin....yg penting kan bahagia dan jangan lupa berdoa...

Ira said...

hehehe foto-nya bagus Sin.... natal kelabu, natal putih, natal merah..... yang penting teteup natal yes??? hehehe

Anonymous said...

Mudah2an mertuamu cepet sembuh ya ..
Natal kelabu ??? tapi tetep membawa kedamaian kan ??

CUPI said...

itu mah bukan kelabu, tapi benar-benar ceria :)
mudah-mudahan mertuannya cepet sembuh ..

Theresia Maria said...

Favoritku yang kolam air itu, kayak dipasang cermin di tanah loh!

moga cepat sembuh buat papi mertua yach.

Innuendo said...

dingin2x ke pantai, since ? brrr....anginnya

eh itu kolam bebek indah juga ya diambil dari pepohonan.

kirain cmasnya kelabu..ternyata cuacanya hehe

Anonymous said...

sama Since, di sini juga kelabu terus, dari ramalan cuaca di radio tadi malam, bilang kalo hari ini di sekitarku akan turun salju, tapi namanya juga ramalan, nggak selalu benar ! tak tunggu saja saljunya!

Hani said...

semoga papa mertua cepet sembuh ya. salam buat reinier dan keluarga.

disini summer tapi banyakan mendungnya...tapi enjoy ajalah :D

Yulia said...

Beneran ya Sin..Natal kok kelabu begitu gak ada salju..sebel.

Wah kasian papa mertua elo..moga cepet sembuh ya. Duh napa belakangan ini sering denger org sakit yak :(

Bu, sampe tgl 30 ya..kita lg tepar nih kena griep rame2x..dah takut aja gak bs hadir lg gathering. Pagi ini lumayan dah enakkan walaupun masih batuk2x n lemes2x gitu :(

Tot gauw yah ;)

nie said...

Foto2nya cantik2, sin! Mesti belajar sama kamu tentang fotografi nih kayaknya hehehe...
Aku doain semoga mertuamu cepat sembuh ya dari operasinya. :)
God bless you always!