Thursday, May 25, 2006

Data "ERROR"

Tolong...
Bahasa saya kacau-balau..

Hal ini terjadi sejak saya mulai belajar bahasa Belanda secara intensif dan mulai menggunakannya sebagai bagian dari komunikasi sehari-hari. Bahasa Inggris saya menjadi kacau balau!!

Setiap kali saya berbicara dalam bahasa Inggris, kata-kata yang saya pergunakan menjadi campur aduk dengan kata-kata dalam bahasa Belanda. Bahkan sering secara spontan saya menjawab sebuah pertanyaan dalam bahasa Belanda. Sementara bahasa Belanda saya sendiri.. alamaak... masih seupil, belum ada apa-apanya.
Kondisi ini sering membuat saya marah, kesal dan juga frustrasi. Tapi kadang-kadang juga lucu dan menjadi bahan tertawaan bagi kami berdua.

Misalnya saja yang sering terjadi dalam liburan kami.
Hal-hal yang simpel tapi bisa meyebalkan.
Setiap kali saya menyerahkan sesuatu, entah itu pasport pada petugas atau saat membayar, saya harus menggigit lidah saya untuk tidak mengatakan "alstublieft" melainkan "here you are", atau tidak mengucapkan "bedankt" saat berterima kasih, melainkan "thank you".

Pernah tanpa sadar saya menjawab pertanyaan diveguide saya dengan "ja, zeker", padahal maksud saya "ya, sure".
Pernah juga saya berkomentar di akhir sebuah penyelaman kami, "I've never seen that fish zo groot als dat before!!!" Yang langsung disambut dengan senyum Reinier. "Hmm.. Since, zo groot als dat?" Upss... Blushy

Yang paling parah adalah saat liburan kemarin di Inggris. Bahasa Inggris saya menjadi semakin kacau. Beberapa kasus yang terjadi, misalnya,

Di salah satu Bed and Breakfast,
Mrs. A : "Where do you come from?"
Since (lepas tanpa sadar) : "Wij komen uit Nederland." Fly Swat Ups... s**t "We come from the Netherlands". Segera diralat dengan senyum.

Di sebuah restaurant fish and chips snackbar,
Since : "Do you have something pittig for me?"
Pelayan : ???!!! Hmm
Since : ??? (hmm??... kenapa tampang orang ini jadi bingung begitu ya? Not Sure)
Reinier, yang sudah tidak asing dengan kekacauan bahasa yang saya alami ini sudah senyam-senyum saja di samping saya.
Since : (Upss... uggghh... kok pittig sih? Pedis... pedis.. ahhh.. apa sih Inggrisnya pedis.. uughh.. lupa.. lupa.. *mode panic on*).
"Hoi, Reinier... pittig Inggrisnya apa sih?"
Reinier : (Masih terkekeh) "Ah.. bedoel je, spicy?" Lol (Maksudmu, spicy?)
Since : (Sambil tersenyum manis meralat..) "Do you have something spicy for me?"

Kata-kata yang sering juga keluar dari mulut saya tanpa saya sadari misalnya :
Saya hendak bertanya "Do you have..?" malah menjadi "Heeft u...?"
Atau, saat mengatakan "I want..." yang keluar malah "Ik wil..."
Atau "No" menjadi "Nee"...
Ahh....

Sepertinya ada data yang corrupt dalam memory otak saya. Prosesor angkatan tahun '70 ini ternyata lelet juga mengolah semua data yang baru di-download.
Sungguh, saya berharap, saya bisa segera keluar dari fase kekacauan bahasa ini!

Friday, May 19, 2006

Sepeda dan angin.

Sepeda dan angin? Apa hubungannya?
Saya suka bersepeda. Sementara angin dengan Belanda merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan.

Bersepeda di tengah angin yang sepoi-sepoi adalah sebuah kenikmatan. Dengan angin yang sedikit lebih kencang adalah sebuah tantangan buat saya, dan kadang saya bisa menikmati sensasinya. Bersepeda menentang angin, atau harus menjaga keseimbangan sepeda karena angin yang datang dari samping. Kadang menyebalkan juga karena saya merasa seolah-olah saya hanya bersepeda di tempat, atau pada saat berhenti karena lampu merah dan mulai mengayuhkan sepeda, waaah beraaat!!!
Walaupun ngos-ngosan juga mengayuh sepeda, anggap saja bagian dari proses pelangsingan tubuh.

Tapi jika seperti hari ini yang kondisi anginnya sekitar 6 skala Beaufort, kira-kira sekitar 35 kph, yang kebanyakan bertiup menentang saya atau mendorong saya dari samping, sungguh bukan sebuah pengalaman yang menyenangkan. Bukan lagi sekedar membakar kalori, tapi benar-benar membuat saya terkapar begitu tiba di rumah Sickened Buuuhhh... sungguh proses "killing me softly with this wind"...

Ah, jika saja anginnya sedikit lebih kencang lagi, saya pasti sudah melayang dengan sepeda saya di udara!! Wuuuuaaaaahhhh.....

Saturday, May 13, 2006

Bongkar isi tas

Kali ini menjawab todongan dari Mutiara untuk membongkar isi tas. Saya menyukai model tas yang simpel dan praktis. Sedangkan ukurannya disesuaikan dengan aktifitas yang sedang saya lakukan. Untuk kegiatan sehari-hari, saya menyukai tas yang tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Pokoknya cukup untuk memuat semua perabot saya.


1. Tas ini yang paling sering saya bawa ke mana-mana. Talinya yang panjang memudahkan saya menyilangkan pada tubuh saya, bahannya juga ringan dan ukurannya yang "menipu mata" alias kompak tapi berdaya muat yang selalu mengejutkan Reinier Hysterical

Isinya sendiri tergantung ke mana tujuan saya dan apa kegiatan saya saat itu. Yang kebetulan sekarang sedang menghuni tas saya adalah:
2. Kotak kacamata, karena saya paling malas mengenakan kacamata. Kacamata hanya saya kenakan saat diperlukan saja.

3. Dompet dengan segala isinya.

4. Agenda mungil yang memuat jadwal kegiatan saya sebagai pengacara, alias pengangguran banyak acara!! Smiles

5. Tissue basah, barang penting untuk saat-saat khusus. Yang mengesalkan adalah kemasannya yang cukup memenuhi ruang dalam tas. Sulit sekali mencari tissue basah dengan kemasan kompak di sini, yang selalu saya temui hanya dalam kemasan 40 lembar. Kalaupun ketemu yang kompak, harganya tidak jauh berbeda dengan kemasan 40 lembar.

6. Karet pengikat rambut, jalan keluar jitu di saat rambut saya mulai menggoda dan menjengkelkan.

7. Kertas penyerap minyak, berguna untuk menyegarkan wajah dalam sekejap.

8. Rangkaian kunci. Wah, tanpa rombongan satu ini saya bisa tidak masuk rumah kalau Reinier juga sedang tidak berada di rumah.

9. Tusuk gigi. Paling menyebalkan jika masih ada yang tersisa saat selesai makan.

10. Lipgloss yang agak berwarna, biar kelihatan fresh.

11. Fisherman Friend, refreshment.

12. Tissue, selalu saja ada gunanya.

13. Pena.

14. Lotion. Udara Belanda membuat kulit saya cenderung kering dan selalu gatal kalau mulai kering.

15. Handphone. Sejak tinggal di sini benda ini yang hanya penting di saat darurat.

16. Cermin mungil, kadang-kadang saya bingung kenapa benda ini terus ada di dalam tas. Benda yang paling jarang digunakan.

Dat is alles.

Ira, Marlina, Digits, Irvana, Ayu, hayo lanjutin nih bongkar-bongkar isi tas masing-masing.

Tuesday, May 09, 2006

Berkunjung ke negeri lima sekawan.

Phew Pffeeuuuhhh... liburan yang menyenangkan, tapi juga melelahkan. Bagaimana tidak? Liburan kemarin memang agak lain dari biasanya. Kegiatan liburan kemarin sengaja saya fokuskan pada hobi Reinier, motor-riding, yang tidak pernah dia lakukan lagi sejak kami menikah. Dulu, sebelum menikah, dia sering melakukan trip-trip panjang dengan teman-temannya, ke Scotland atau ke Switzerland. Saya tahu, diam-diam dia pasti menyimpan kerinduan untuk mengembara dengan motor lagi. Makanya, liburan kali ini special buat dia, setidaknya itu adalah harapan saya.

Awalnya, saat saya mengusulkan untuk melakukan motor trip ke Inggris beberapa bulan yang lalu, dia sungguh meragukan kemampuan saya bertahan dalam menjelajah jarak di atas motor selama seminggu. Dia tidak ingin saya menyusahkan diri saya sendiri hanya untuk menyenangkan dia. Hohoho.. itu bukan aku, sayang. Kamu kenal aku, kan? Sampai gemas rasanya setiap kali harus meyakinkannya.

Rute perjalanan dan tempat tujuan.

Akhirnya, berangkat juga kami ke negeri Lima Sekawan itu. Sabtu pagi kami berangkat dari Eindhoven menuju Calais di Perancis (±300 km). Dari sana kami menyeberang dengan ferry selama ±1,5 jam menuju Dover di Inggris.
Setibanya di Dover, kami terus melanjutkan perjalanan kami menyusuri pantai selatan ke arah barat dan bermalam di sebuah kota kecil, Dymchurch.


Padang Brassica napus dan pantai di Lepe

Rute trip ini terkombinasi antara rute di daerah perbukitan dan juga rute sepanjang pantai selatan Inggris. Kadang kami melewati hutan, lahan pertanian dan padang rumput yang dipenuhi dengan biri-biri, kerbau, sapi dan kuda. Tidak ketinggalan juga ladang Brassica napus (Koolzaad, bunga yang menghasilkan minyak) yang berwarna kuning menyegarkan. Ada saatnya kami bermotor menyusuri kota-kota tepi pantai dan boulevard Worthing-Brighton, dan juga menyinggahi kota yang lebih besar, seperti Winchester.

Kami mengendarai motor (maksud saya, Reinier yang mengendarai motor dan saya hanya duduk manis di belakangnya Smiles ) melewati desa demi desa, menyusuri jalan-jalan kecil yang kadang landai, terjal dan berliku. Jalan tol hanya dipilih jika alasannya cukup kuat. Pernah, saking kampungnya itu jalan, kami harus berhenti untuk rombongan ayam yang menyeberang. (Ck..ck..ck.. ayam dengan pengendara kendaraan, ternyata ayam yang mendapat voorrang, prioritas!!!). Jadi geli sendiri, terbayang di kepala saya, waahh.. kalau di tanah air sudah jadi ayam penyet tuh!! Hysterical


Rye, kota tua yang menarik dan puing Corfe Castle.

Tidak hanya melulu duduk di atas sadel motor, kami juga mengunjungi Stonehenge, cuci mata di toko-toko fosil di Lyme Regis, dan berkeliling di kota tua yang menarik, yang pernah didiami oleh penulis-penulis Inggris, Rye. Saya suka berkeliling di toko barang antik di Rye. Bukan, saya bukan pemburu atau pengoleksi barang antik. Hanya saja, berada dalam toko-toko ini seperti berada kembali di jaman dulu. Koleksi mereka banyak sekali, mirip sebuah museum.
Berkeliling di desa model Corfe Castle, berjalan di sepanjang tebing Durdle Door, menyusuri pantai Dymchurch saat sunset.


Gereja di Petworth dan Stonehenge.

Hari terakhir sebelum menyeberang balik ke Calais, Perancis, kami sempat mengunjungi Canterbury. Awalnya ingin mengunjungi Katedral di sana. Tiket untuk masuk ke kompleks Katedral itu 6£ per orang, kira-kira 9€ per orang, 18€ berdua. Wah.. sayang duitnya. Kalau waktunya cukup untuk mengeksplorasi seluruh sudut Katedral sih tak mengapa, hanya saja kami tidak memiliki waktu yang banyak. Boro-boro melihat isi Katedral, mungkin baru setengah berkeliling halamannya kami sudah harus kembali menuju ke pelabuhan di Dover.

Sebenarnya, saya masih ingin mengunjungi beberapa kastil, bangunan dan gereja tua. Tapi kegiatan itu akan menghabiskan banyak waktu, sementara saya ingin waktu yang ada dalam liburan itu lebih terpakai untuk hobinya Reinier. Ya sudahlah, lain kali, kalau masih berjodoh.

Setiap harinya kami menempuh sekitar 150-200km, kecuali hari pergi dan hari pulang yang masing-masing sekitar 350km. Total jarak tempuh selama perjalanan ini sekitar 1750km. Buhhh... sama sekali tidak terasa!!!

Bed and Breakfast.

Karena kami memiliki rencana yang fleksibel dan sama sekali tidak mengikat diri dengan jadwal yang ketat, melainkan hanya menikmati waktu yang kami miliki dengan bebas, kami sama sekali tidak membuat bookingan hotel di manapun. Di mana kami tiba dan ingin beristirahat, di sanalah kami mencari tempat untuk menginap. Bed and Breakfast (semacam guest house) adalah incaran yang ideal. Lebih murah jika dibandingkan dengan harga kamar di hotel, dengan fasilitas yang sekomplit kamar hotel. Bahkan beberapa kamar juga dilengkapi dengan bathtub, yang tidak pernah kami gunakan. Boro-boro, begitu mencium bau bantal langsung tanpa basa-basi gedubraak.. meluncur ke dunia mimpi.

Bed and Breakfast (B&B) terdapat hampir di semua kota yang kami singgahi. Kadang kami dengan mudah menemukan B&B saat memutuskan sudah waktunya untuk beristirahat. Tapi ada kalanya juga kami harus mencari-cari lebih dulu. Yang pasti kami sama sekali tidak memiliki keluhan terhadap semua B&B yang pernah kami tempati.

Ada yang sebuah kejutan kecil bagi saya. Ternyata di Inggris, kamar mandi dan toiletnya juga berkarpet!!! ShockedSetidaknya 3 dari 6 B&B yang kami tempati melengkapi kamar mandi dan toiletnya dengan karpet tebal selayaknya karpet di kamar tidur.

Makanan dan cuaca.

English breakfast, sudah tentu tidak ketinggalan. Sarapan pagi yang sungguh berat. Dua telur ceplok setengah matang atau orak-arik, sosis, bacon, tomat, irisan jamur, kacang dengan saus tomat dan beberapa potong toast. Buh.. dengan sarapan seperti ini kami sering membiarkan waktu makan siang berlalu begitu saja hingga saatnya untuk coffee time.
Coffee time bagi kami artinya piknik, berhenti sebentar di tempat yang berpemandangan indah dan tenang, keluarkan perabotan masak-memasak (kompor gas kecil dengan panci mungilnya), seduh kopi, dan... hmmm....

Fish and chips? Sekali saya mencobanya. Tidak, saya tidak menyukai fish and chips di Inggris. Rasanya yang tidak "menggigit", di samping itu, Junk food yang hanya memelarkan tubuh.
Yang menarik perhatian saya adalah Chinese food bisa kami temui hampir di setiap kota kecil. Semuanya dalam bentuk take away service, bukan restoran. Ada bagusnya juga, tidak perlu menginvestasikan kursi dan meja, dan tidak membutuhkan tempat yang luas dan tidak perlu banyak tenaga kerja.
Kami sempat membeli makanan ini di sana dan menikmatinya di pantai, dinner on the beach judulnya. Duduk di atas kerikil pantai, mendengar gemerisik ombak, diterangi cahaya sunset dan merasakan semilir angin yang mulai dingin. Asyik dan jauh lebih murah ketimbang makan di restoran.

Dari ramalan cuaca di televisi, kami menyiapkan diri untuk menghadapi hari-hari basah. Pada kenyataannya, sama sekali tidak buruk. Mendung dan sinar matahari silih berganti menghiasi hari-hari kami. Hanya sehari kami sempat disiram gerimis tipis selama hanya beberapa menit. Hujan hanya pada malam hari saat kami sudah terlelap. Hari pertama dalam perjalanan ke Calais, saya hampir beku di atas motor, namun malah pada beberapa hari terakhir saya tidak mengenakan sweater dibalik jaket motor saya karena kepanasan.


Durdle Door dan tebing Beachy Head.

Ah.. puji Tuhan, perjalanan liburan ini berlangsung aman dan nyaman. Well.. kadang timbul juga masalah kecil, namun semuanya bisa diatasi. Bukan adventure jika tanpa masalah, kan?
Sebuah pengalaman baru bagi saya. Menyenangkan!

Masih ada satu masalah... selalu menjadi masalah di ujung liburan, bersih-bersih dan tumpukan PR!! Buuuhh.. Sickened Hysterical

Foto-foto yang lain bisa di klik di sini.

Friday, April 28, 2006

Prettige vakantie

Cuaca, bahan hampir selalu menjadi pembuka sebuah percakapan dengan orang yang belum kita kenal di sini. Entah itu di halte, di bus, di supermarket, atau di ruang tunggu dokter misalnya. Bahan yang tidak pernah basi dan ketinggalan jaman.

Bagaimana tidak? Cuaca di sini selalu berubah-ubah. Contohnya awal minggu ini, cuaca sangat cerah dengan suhu udara mencapai 20°C. Hari Rabu diwarnai dengan gerimis hampir seharian, kemarin cerah seharian, hari ini juga cerah ceria tapi suhu udara hanya 12°C. Sementara ramalan untuk weekend besok adalah hujan dan suhu udara hanya berkisar 9°C.
Payah.. padahal saya berharap weekend dihiasi dengan cerah dan hangat mentari.
Tapi.. sudahlah. Saya toch bukan seorang pawang cuaca.
Yang penting adalah... Mei vakantie telah tiba!!!!! Too Happy 2 Asyik.. asyik... Astaga.. kelakuan.. masih seperti anak kecil saja. Tapi, liburan memang selalu mengasyikkan bukan? Spinning
Karena minggu depan saya libur selama seminggu, saya permisi, kabur dulu aah..

Map

Fijn weekend en prettige vakantie allemaal!!

Monday, April 24, 2006

Sepucuk surat untuk Jelita

Jelita, waktu berlalu tanpa terasa, kesibukan demi kesibukan benar-benar tidak menyisakan tempat bagimu, yang dipanggil kembali oleh-Nya beberapa tahun yang lalu, di benakku.
Aku tak tahu mengapa, hari-hari terakhir ini kamu terus hadir dalam benakku. Kuputuskan untuk menulis rangkaian kata-kata ini untuk mengenangmu, sekaligus juga membagi kisahmu yang mungkin bisa berguna bagi perempuan lain.

Sosok perempuan yang supel, menyenangkan, menarik, lembut, tapi juga nakal. Itulah sosokmu yang aku kenal saat kita masih melewatkan waktu bersama dulu. Kamu sering membuat aku tergelak dengan candaanmu yang nakal dalam balutan suaramu yang lembut itu. Kerlingan matamu dan senyummu membuat banyak laki-laki yang bertekuk lutut. Sederetan nama bekas pacarmu sudah tidak asing bagi kami.
Tak jarang juga aku mendengar komentar-komentar ketus yang dilontarkan oleh perempuan-perempuan lain tentangmu. Ah.. mungkin mereka iri dan cemburu dengan apa yang kamu miliki.

Aku masih ingat kerlingan bahagia di matamu saat kamu mengenalkan pacar terakhirmu pada kami. Laki-laki itu ganteng, rapi dan kalem.
Tapi semuanya berubah dengan cepat. Kamu menjadi begitu terikat olehnya, sampai-sampai kamu harus meminta ijinnya untuk clubbing bersama kami. Astaga, pacaran sampai mengikat begitu?
Dalam mataku saat itu, kamu menyimpan ketakutan. Ada apa Jelita?

Aku ingat percakapan kita beberapa bulan kemudian, saat aku mendengar bahwa pacarmu juga pernah memukulmu. Saat kusarankan agar kamu tinggalkan saja dia, kamu menjawab kalau kamu tak bisa melakukannya karena kalian sudah dijodohkan oleh keluarga. Kamu juga bercerita bagaimana reaksi ibu kamu saat kamu beritahu bahwa laki-laki itu memukulmu, "Mungkin kamu yang salah nduk. Lain kali jangan bikin dia marah lagi ya."
"Apaaa???!!!ShockedIbu kamu bilang begitu?" Aku benar-benar terhenyak mendengar ceritamu itu. Tidak salahkah pendengaranku saat itu? Seorang ibu "merestui" anak gadisnya diperlakukan kasar seperti itu oleh pacar anaknya? Sungguh tidak bisa kumengerti.

Aku juga masih ingat kata-katamu saat kukatakan kalau yang akan menikah itu kamu bukan keluargamu, mestinya kamu bisa menyatakan sikap.
"Aku bukan seperti kamu, Since, yang bisa melakukan apa yang kamu mau, yang berani mengatakan tidak pada siapa saja pada saatnya. Aku tidak bisa seperti itu. Kita dibesarkan dengan cara yang berbeda. Aku sungguh tidak bisa menentang keluargaku."
"Lantas, kamu akan menikah dengan laki-laki "serigala berbulu domba" yang ringan tangan dan mengikat kebebasanmu itu? Mengorbankan hidup kamu seperti ini? Untuk apa? Apakah kamu mencintai dia?"
Kamu diam.. dan kemudian menjawab, "Mungkin suatu saat nanti dia akan berubah, menjadi lebih baik karena diperlakukan dengan baik."
Oh Jelita, aku tahu kamu tidak sebodoh itu. Saat itu yang melintas di benakku adalah kamu itu naif atau kamu sedang berusaha menghibur diri kamu sendiri?

Sejak percakapan kita itu, aku berhenti menyarankan kamu untuk meninggalkan laki-laki itu dan menentang rencana keluargamu itu.
Tidak semua orang mampu dan berani mengambil resiko akibat menentang sebuah "tradisi".
Kamu sudah membuat keputusanmu. Kebahagianmu dan kepedihanmu hanya kamu sendiri yang bisa merasakannya. Aku hanya bisa memberi saran. Tapi aku tak bisa menjamin kebahagianmu dengan saran-saranku kan?
Kamu pun lantas menikah dengan dia.

Saat kita sudah tidak bersua lagi, dari karibku aku mendengar kalau kamu masih sering dipukul oleh suamimu itu. Terakhir aku mendengar lagi kalau suamimu juga berselingkuh dengan perempuan lain.
Jelita, kamu muda, supel, menarik, dan tidak bodoh. Kamu punya kekuatan untuk berdiri sendiri tanpa tergantung dari dia.
Kenapa kamu tidak berontak? Kenapa kamu terus bersabar seperti itu?
Mengapa kamu membiarkan diri kamu dihina dan disakiti seperti itu?
Apakah itu cinta?
Adakah kebahagiaan yang kamu rasakan?
Apakah keluargamu berbahagia melihat kamu diperlakukan seperti itu oleh suamimu?
Apakah kamu takut dengan apa kata masyarakat jika kamu meninggalkan dia? Perduli setan dengan apa kata mereka!! Terpikirkah kamu apa kata mereka tentang perselingkuhan suamimu? Apakah mereka menyalahkan suamimu atau justru mereka menyalahkan kamu? Apakah mereka juga merasakan apa yang kamu rasakan?
Atau kamu takut pada suamimu?
Apa yang ada di balik ketakutanmu?

Tapi, akhirnya semua berlalu juga. Penyakit lamamu kembali meradang dan membawa kamu kembali pada-Nya. Aku berharap, kamu sudah mendapatkan kedamaianmu di sana.

Jelita, kutuliskan kisahmu ini bukan supaya orang-orang mengutuk laki-lakimu itu. Tidak.. tidak.. aku tidak ingin menambah panjang daftar dosaku. Aku hanya berharap semoga kisah ini juga bisa menjadi pelajaran bagi Jelita-Jelita lain, bagi perempuan-perempuan lain, yang juga sedang jatuh cinta pada orang yang salah. Keluarlah sebelum melangkah lebih jauh.

Tidurlah dengan tenang Jelita, damailah di sisi-Nya.

Penutup

Aku tahu kita tidak bisa menolak saat cinta datang menyapa. Tapi, walaupun berat dan sakit, kita bisa memutuskan untuk melanjutkan atau menyudahinya, terlebihi jika itu pada orang yang salah. Kita mungkin akan beberapa kali jatuh cinta pada orang yang salah sebelum kita menemukan orang yang benar-benar tepat.
Dan itu juga yang terjadi dalam perjalananku. Tidak, bukan karena urusan karate, thai boxing atau taekwondo. Hanya saja mereka bukan orang-orang yang tepat.
Jika orang yang tepat ini tidak pernah datang, maka aku akan lebih memilih menyusuri hidupku sendiri daripada bersama dengan orang yang salah. Daripada saling menyakiti nantinya.

Jatuh bangun dan babak belur karena cinta yang salah, namun dari situ juga kita akan banyak belajar tentang diri kita sendiri, dan mengenal orang yang tepat untuk kita.

Yang aku tahu, dalam cinta ada penghargaan, ada kasih, ada pengertian, ada perlindungan, ada rasa hormat, ada dukungan, ada kebanggaan.
Aku hanya mau membagi hidupku dengan orang yang mencintai aku dengan cara ini. Mungkin aku adalah pencinta yang egois, tapi aku juga mencintai diriku sendiri.

Tuesday, April 18, 2006

Weekend Paskah:

Antara Keukenhof dan Goes.

Weekend panjang!! Tetap saja asyik walaupun tidak ada rencana yang heboh untuk mengisi weekend panjang itu.
Kami hanya mengisi weekend panjang ini dengan mengunjungi Keukenhof, taman bunga yang hanya buka selama satu setengah bulan selama musim semi setiap tahun (tahun ini buka dari 23 Maret sampai 19 Mei), dan mengunjungi mertua di Goes.

Untuk menghindari berdiri lama dalam antrian di depan loket karcis di Keukenhof, apalagi saat liburan seperti ini, kami membeli tiket masuk kami secara on-line.
Sayangnya belum semua bunga mekar di dalam taman seluas 32 hektar ini. Suhu yang masih lebih dingin dari biasanya menyebabkan bunga-bunga ini lambat untuk mekar. Tak menjadi masalah bagi saya. Berjalan menelusuri taman ini sungguh membuat saya serasa di-recharge lagi. Harum kulit pohon, bau tanah yang basah serta bau lumut.. sungguh menyegarkan.

Sudah tentu kami juga singgah di rumah kaca untuk melihat koleksi tulip yang ada. Waaahh.. mulai dari jenis-jenis tulip yang sering saya lihat di pasar sampai jenis tulip yang super lebar kelopak bunganya, bergaris-garis dengan warna-warna yang menarik, bahkan ada yang mirip dengan secarik kain kumuh dengan benang-benang yang terurai.



Sudah pasti saya tidak akan melewatkan moment-moment ini begitu saja dari balik lensa kamera mungil saya. Foto-foto yang lain bisa diklik di sini.

Selain rumah kaca ini, masih ada dua pavilion lain yang kami kunjungi. Kami tidak lama berada di dalam kedua pavilion ini. Terlalu banyak pengunjung yang berdesakan di dalam pavilion yang dipenuhi anggrek, membuat saya merasa gerah tidak nyaman. Sementara walaupun pengunjung jauh lebih sepi di pavilion yang dipenuhi mawar, saya tidak terlalu tertarik pada mawar untuk menghabiskan banyak waktu di sana.

Minggu dan Senin, kami lewatkan di Goes, di tempat mertua. Memasak bersama, dan karena cuaca yang sangat cerah dan hangat kami juga melewatkan waktu merapikan kebun bersama.
Saya selalu menyukai kebun mertua saya ini. Saya bisa menghabiskan berjam-jam di sini. Luas dan indah. Saya selalu menemukan mangsa menarik untuk kamera saya salama musim semi sampai musim gugur di sini.




Seperti kali ini misalnya, spring is in the air! Serangga-serangga kecil mulai keluar dan berkembang biak. Masa bercinta tiba!!
Laba-laba yang asyik berjemur di atas daun, menikmati hangatnya mentari. Lebah yang terbang dan hinggap di setiap kuntum bunga mengumpulkan putik madunya.

Hangat mentari menyapa kulit dan menyapa hati.
Sungguh saya tidak pernah menyangka sebelumnya, salama masih di Indonesia, bahwa akan ada saat dimana saya begitu merindukan kehangatan mentari seperti saat ini.
Selain itu, saya juga bersyukur, karena dianugerahkan orang-orang yang juga berhati hangat disekeliling saya. Sebuah kehangatan bagi jiwa.
Kasih.. Bukankah itu juga makna Paskah?

Selamat Paskah!!

Tuesday, April 11, 2006

Agenda seminggu terakhir..

Senin minggu lalu saya mengunjungi konsulat Inggris di Amsterdam, setelah bikin janji lewat internet online untuk pertemuan jam 10.00 pagi, dengan embel-embel catatan kecil, pertemuan bisa dibatalkan karena keterlambatan anda. Hmm.. jangan terlambat... baru jam 12.00 siang giliran saya dilayani. Baru jam 12.30 saya meninggalkan gedung konsulat itu. Wahh ini sih keluar dari rencana jadwal saya hari itu. Mana sempat ke sekolah lagi nih? Telepon teman sekelas, tolong urus absensi saya hari ini di kelas ya.

Rabu minggu lalu saya harus menemui kontak person saya untuk urusan inburgerings cursus. Dalam pertemuan itu, resmi berakhir inburgerings cursus saya. Belum, saya belum menerima hasil test yang lalu. Tapi seperti yang pernah saya jelaskan, tidak ada istilah gagal untuk hasil test itu. Walaupun demikian, saya tetap berharap hasil ujian itu sesuai dengan yang saya harapkan.
Karena masa setahun wajib inburgerings cursus sudah berakhir, artinya saya sudah bisa melenggangkan kaki saya meninggalkan kelas saya dan buku-buku pelajaran saya itu. Namun saya juga masih memiliki sisa 6 bulan dari keseluruhan paket yang bisa saya manfaatkan. Dasar si Since, malah memutuskan untuk terus melanjutkan sisa 6 bulan untuk kursus NT2 (kursus bahasa Belanda) bersama kelas saya itu. Mumpung sisa 6 bulan ini masih terus dibayarin dan juga karena saya ingin melakukan NT2-2 staat examen nanti.

Kamis minggu lalu, makan malam bersama teman sejak kanak-kanaknya Reinier, Andy bersama istrinya, Catelijn dan anak-anak mereka Bjorn dan Dymphy di tempat kami. Kali ini nuansa hidangannya Chinese food ala Since dan Reinier. Cap cay, fu yung hai dan ayam cah jamur dengan saus tiram.
Ah.. saya selalu jatuh hati pada anak-anak ini. Si bungsu sungguh cute tapi masih terlalu kecil untuk diajak bermain. Si sulung juga cute, cerdas, antusias dan kadang nakal juga. Zo lief.
Sedang asyik menikmati kopi dan bercengkerama dengan keluarga ini, tiba-tiba telepon berdering. Ah.. ternyata undangan makan malam mendadak dari Bas, seorang teman, yang saya kenal saat dia menjadi tamu di atas kapal di mana saya bekerja dulu.

Hasilnya Jumat malam kemarin kami habiskan di tempat Bas bersama dua teman lainnya dari Utrecht. Tema makan malamnya Indische keuken alias makanan Indonesia. Ketupat, gado-gado, sambal goreng telur, sambal goreng tempe, ikan asin, dan sambal. Waah.. lekker!!! Surprise juga buat saya, bule bisa masak makanan Indonesia dengan begitu menggigit di lidah!!
Makan malam diakhiri dengan ice cream dengan lichee, kopi dan kahlua (Mexican coffee liqueur). Ah.. saya memang menyukai minuman beralkohol yang manis rasanya.

Sabtu kemarin, setelah siangnya sambil berhujan-hujanan shopping di winkel centrum di Valkenswaard (kira-kira 25 menit dari Eindhoven).
Malamnya masih dengan judul yang sama, makan. Kami memenuhi undangan makan malam dari Julia, seorang teman saya dari Rusia. Makan malam dengan menu makanan Rusia!!
Wow.. dia benar-benar membuat surprise bagi kami. Dimulai dengan hidangan pembuka dua jenis salad yang berbeda namun sama-sama menggoyang lidah, diikuti dengan hidangan utama, panekuk dengan isi nasi dan daging cincang dengan sourcream. Penutupnya kopi dan appel pie.
Wah... sampai benar-benar sulit berdiri Blushy

Wadew.. berantakan nih program diet-nya.

Minggu seharian saya terkapar, sakit. Griep. Demam dan seluruh otot dan tulang saya sakit dan ngilu rasanya, seperti petinju yang baru habis dihajar, kalah pula. Benar-benar hanya terbaring di sofa seharian. Reinier sungguh merawat dan memanjakan saya. Untung juga laci obat saya selalu tersedia obat yang saya butuhkan, sehingga tidak terlalu merepotkan jatuh sakit di hari Minggu.
Dasar melayu tetap melayu, belum komplit rasanya tanpa kerokan. Terbayangkan bagaimana kira-kira ekspresi wajah Reinier saat saya minta untuk mengeroki saya? Eyes Poppin hihihi..
Baru setelah dikerokin saya bisa tertidur pulas. Ringan rasanya.

Senin, masih lemes untuk ke sekolah. Kepala pun masih nyut-nyutan. Seharian pun lidah ini rasanya tak enak. Semua yang saya cicipi rasanya wuaak!!! Hmm.. mungkin ada baiknya juga kalau yang ini. Jadi bisa diet. Hihihihi.. tapi menyiksa benar.
Senin malam.. kenapa juga ini batuk ikut-ikutan muncul?? Ini juga kepala, kenapa juga makin nyut-nyutan? Sebel!!! Kompak sekali kalian?

Hari ini, Selasa. Masih belum ke sekolah walaupun kondisi saya sudah lebih baik. Tapi, rasanya separuh jiwa saya masih melanglang buana di luaran sana mencari angin segar.
Waaaahhh... benar-benar kangen dengan rawatan, belaian dan omelan ayah bunda kalau sedang sakit begini.
Ternyata, manja juga si Since ini, ya!!! Teethy

Padahal sakit tidak termasuk dalam agenda saya...
Hopefully, tomorrow will be better.

Sunday, April 09, 2006

Sepenggal Cerita...

Penerbitan Playboy Indonesia, Playboy zonder naakt, meminjam komentar salah satu media di Belanda, sejak awal sudah menimbulkan perdebatan panas yang menghiasi media-media di Indonesia. Terlepas dari pro dan kontra terhadap penerbitan majalah ini, perdebatan panas tersebut justru menambah popularitas majalah ini. Advertensi gratis.

Apa sih yang ada diujung keributan-keributan ini?
Jika itu tentang akhlak, kenapa harus ribut?
Jika akhlakmu benar dan niatmu kuat maka tak perduli bagaimana godaan di sekitarmu, jalanmu pun tetap akan lurus. Justru godaan-godaan itu adalah proses pembelajaran yang menguatkan dan membuatmu menjadi selangkah lebih baik.
Mengapa bukannya akhlak yang dikuatkan, dimatangkan?
Menyingkirkan godaan, bukankah itu merupakan sebuah mission impossible? Bukankah godaan adalah bagian dalam kehidupan ini.
Katakanlah, satu godaan berhasil disingkirkan. Apakah itu lantas menyelesaikan masalah?

Saya teringat kembali akan peristiwa yang pernah saya alami beberapa tahun yang lampau.
Saat itu saya masih seorang yang sangat keras kepala, tidak sabaran dan mudah meledak dalam amarah. Sungguh saya menyadari kelemahan saya yang satu ini. Suatu malam saya berbicara dengan Tuhan, memohon bantuanNya supaya saya mampu mengendalikan emosi saya ini.
Malam itu saya berpikir, Tuhan mendengar doa saya dan melenyapkan penyebab-penyebab yang bisa membuat saya meledak lagi.
Tapi apa yang terjadi, keesokan harinya jutru terjadi hal-hal yang membuat saya terus menerus meledak. Saya tak mampu menahan kesabaran saya.
Saya kembali protes pada Tuhan, kenapa justru saya dihadapkan pada situasi yang sebenarnya ingin saya hindari?
Tidak ada jawaban.
Setiap hari kejadian demi kejadian membuat saya marah, kecewa dan sempat berpikir, "Apa maunya Tuhan, sih? Kok bukannya godaannya dilenyapkan, malah kejadiannya makin menjadi-jadi? Kenapa pada saat saya ingin menjadi seseorang yang lebih baik, jutru saya diberikan jalan yang semakin terjal dan sakit? Apa yang Tuhan inginkan dari saya?"

Tapi ternyata Tuhan bekerja dengan caraNya. Dia mengajarkan saya dengan caraNya.
Dia tidak melenyapkan godaan-godaan itu seperti harapan saya. Namun justru Dia mengajarkan saya melewati godaan-godaan itu, Dia mendewasakan saya lewat kejadian-kejadian itu. Kemampuan saya mengontrol emosi justru ditempah saat menghadapi godaan-godaan itu.
Saya bersyukur akan pelajaran-pelajaran itu. Saya menjadi saya yang lebih baik dari sebelumnya.

Godaan, masih sering saya tersungkur jatuh karenanya, namun dia bukan untuk saya hindari.
Semakin saya ingin menjadi lebih baik, semakin banyak masalah menghampiri saya, menguji niat saya, melatih dan membelajarkan saya.
Biarlah saya letakkan lengan saya dalam genggaman kasihNya, karena hanya itu kekuatan saya.
Bagaimanapun godaan yang terbesar ada dalam diri saya sendiri.

Ini hanya sepenggal cerita.
Sepenggal cerita tentang niat dan godaan...

Sumber gambar: Glitterberries.

Friday, March 31, 2006

Mode?? Gaya??!!

Kisah 1.
Musim panas yang lalu saat sedang berjalan-jalan di winkel centrum (pusat pertokoan), tiba-tiba Reinier menyenggol saya dan memberikan kode untuk melihat ke depan saya. Astaga!!! Ternyata di depan saya berjalan seorang pemuda yang mengenakan jeans yang sedang "in" saat itu. Jeans yang separuh menggantung di bagian bokong, nyaris melorot, mempertontonkan nyaris separuh lebih pantat telanjangnya. Ughhh... boro-boro sexy, asli bikin mual!!! Sickened

Kisah 2.
Masih selama musim panas yang lalu, berseliwer wanita-wanita mulai dari yang muda sampai yang "lewat muda" dengan jeans yang sedang "in" saat itu, jeans dengan potongan pinggang yang sangat rendah, dipadukan dengan kaos ketat yang sepinggang. Sah-sah saja sih. Sexy lagi jika yang mengenakan adalah remaja atau wanita muda dan bertubuh ramping.
Sayangnya, pemandangan yang saya saksikan lebih didominasi oleh lemak-lemak yang bergelambir dan menyembul diantara jeans dan kaos...
Sexy kah love grab dipamerkan seperti itu? Mouth At Side

Kisah 3.
Dua minggu yang lalu saat sedang asyik berjalan di Heuvel Galerie dengan seorang teman, kami disuguhi pemandangan yang bikin kami sempat melotot, saling memandang penuh isyarat, dan mengulum senyum. Bagaimana tidak, jika pemandangan itu adalah seorang wanita muda yang mengenakan celana sport super pendek plus kaos super ketat "you can see my ketek" dan tanpa stokking. Badannya sih oke juga, padat dan seksi. Wajar saja sih menurut saya kalau dandanan seperti itu saya lihat saat musim panas. Masalahnya, saat itu masih winter, di luar sana itu masih 4˚C boo!!! Wow!!! Kuat benar dia!! Open Mouth

Kisah 4.
Beberapa hari yang lalu, saat sedang berhenti karena lampu merah, di depan saya menyeberang seorang wanita dengan sepeda, dengan mengenakan jaket kulit, rok jeans ketat yang pendek dengan stokking hitam. Pemandangan yang menarik jika itu seorang wanita muda tentunya. Kenyataannya yang duduk di atas sepeda itu seorang wanita setengah baya (setengah baya?? Oma-oma lagi!!) Nuts hmmm....

Kisah 5.
Beberapa hari yang lalu saat saya sedang menyaksikan sebuah klip musik Indonesia di Garuda TV, tiba-tiba Reinier bertanya, "Since, kira-kira seberapa dinginkah Indonesia?"
"Lha.. memangnya kamu belum pernah ke Indonesia, ya? Ada apa?" tanya saya tidak mengerti.
"Itu, penyanyi di tv, kok winter jaket yang dia pake sih?" komentar Reinier.
Ah iya juga, penyanyinya mengenakan jaket yang tebal, lengkap dengan bulu-bulu pada bagian lehernya. Astaga, apa tidak gatal dan gerah tuh?
"Haha.. kali nyanyinya di 21-nya Manado tuh, di sana kan super dingin. Kamu aja sampe menggigil waktu kita nonton di sana," jawab saya sambil ngakak.
Berjaket memang keren, tapi apa pas ya, berwinter-jaket di Indonesia?

Yah.. sebenarnya sah-sah saja gaya yang dipilih oleh setiap orang. Itu kebebasan pribadi setiap orang.
Mau yang begini.. mau yang begitu... mau yang rapih.. mau yang glamour.. mau yang sederhana.. mau yang aneh bin ajaib.. mau yang sexy.. bahkan mau yang telanjang sekalipun, itu haknya mereka.
Tapi.. walaupun itu kebebasan untuk memilih.. yang wajar-wajar saja lah, yang tidak "menyakitkan" mata orang lain.
Saya juga berhak merasa mual, jika yang dipamerkan menurut saya sangat berlebihan.

Namun di sisi lain, jika semuanya wajar... wah.. tentunya membosankan! Perlu juga orang-orang yang berani bikin "sensasi" dengan penampilan mereka.

Lebih baik diambil sisi baiknya saja, bahwa gaya setiap orang yang saya temui juga mewarnai hidup saya. Alangkah tidak lucunya jika semua orang bergaya yang sama. Yang berlebihan bisa jadi bahan untuk dikomentari, bukan? Teethy hahaha...

Yang pasti, kebebasan tidak berarti lantas "sesuka-sukanya saya dong", tapi kebebasan juga punya aturan untuk menghargai orang lain, dan menghargai diri sendiri.

Tuesday, March 28, 2006

Hakuna Matata

Phew

Pfeuuuhhh... Lega rasanya masa ujian kali ini sudah berlalu.
Ahh... sampai juling mata ini mlototin buku, sampai keriting otak ini disuruh menghafal isi buku. Sampai bela-belain meninggalkan dunia perblogkan untuk sementara, bahkan sampai harus menahan hati untuk tidak blog-walking selama masa "pertapaan". Takut keterusan dan lupa waktu sih, hehehe...

Ujiannya sendiri berlangsung dengan lancar. Hasilnya?? Belum tahu, entah lancar ke arah mana. Harus menunggu sampai minggu depan.
Ada beberapa point yang masih lemah pada saya. Ah sudahlah, yang penting saya sudah berusaha sebaik mungkin. Kuatir sekarang pun tak berarti dan tidak mengubah keadaan menjadi lebih baik.

Ujian kali ini adalah profieltoest, ujian yang wajib kami ikuti setelah setahun mengikuti inburgerings cursus, yang meliputi kemampuan bahasa Belanda (spreken, luisteren, lezen en schrijven) dan maatschappelijk (kemampuan bersosialisasi yang meliputi pengetahuan tentang pajak, asuransi, kesehatan, tenaga kerja, pemerintahan, sejarah, geografi, transportasi, lalu lintas, kebiasaan orang Belanda dalam kehidupan sehari-hari, dsb yang berhubungan dengan IPS).
Kadang-kadang terpikirkan oleh saya, dalam waktu satu tahun pengetahuan saya tentang maatschappelijk di sini mungkin lebih dari rata-rata kebanyakan orang Belanda sendiri Hysterical

Bagi teman-teman yang tinggal di Belanda, pasti sudah tidak asing lagi mendengar tentang inburgerings cursus, tapi bagi yang masih asing dengan "istilah" ini, bisa klik di edisi bulan Mei 2005, "Sekolah Lagi", tentang inburgerings cursus sudah ditulis lebih lengkap di sana.

Sebenarnya untuk ujian kali ini tidak ada istilah "gagal", yang ada hanya hasil yang baik atau yang kurang. Hanya saja, saya tidak menyukai hasil yang kurang. Selalu menginginkan hasil yang terbaik, yang sering membuat saya kerepotan dan stress sendiri. Manusiawi, kan?

Ujian yang lebih "serius" lagi, NT2 (Nederlands als tweede taal) staat examen, ujian negara untuk Bahasa Belanda, akan berlangsung bulan Oktober nanti.

Ah sudahlah... masih bisa bersantai dulu beberapa hari ini... sambil menghibur diri, semoga hasil ujian kemarin tidak jelek-jelek amat... Terutama untuk spreken dan maatschappelijk (yang terakhir ini harus minimal 80% benar).
Wah.. benar-benar sedang tidak PeDe nih... Rolling Eyes
Hmmm.. Hakuna Matata..