Wednesday, September 21, 2005

Condo's boat

Catatan perjalanan 6

Kapal pak Condo ini adalah tipikal perahu nelayan khas Sulawesi. Kapal ini sebenarnya cukup leluasa untuk ukuran 8-10 divers. Sayangnya masih banyak sudut dan ruangan yang belum maksimal dimanfaatkan. Maklum saja, kapal ini masih terus dalam proses penyelesaian tahap akhir untuk tambahan eksterior dan interiornya.

Dengan kesederhanaan yang dimiliki kapal ini, maka kapal ini lebih cocok bagi divers yang lebih menyukai petualangan dan menikmati kegiatannya yang dekat dengan alam. Tidak dianjurkan pada divers yang berorientasi pada kenyamanan sebuah hotel bintang lima.


Condo 1 dan kabin kami.

Saya menyukai kabin kami. Tempat tidur kami yang lebar dan kabin kami yang cukup terang saat siang. Kamar tidur kami ini juga dilengkapi dengan AC. Sayangnya AC ini hanya bisa kami gunakan saat siang hari (saat siesta) karena pada malam hari listrik dimatikan, atas permintaan tamu lain karena dia tidak bisa tidur dan tidak tahan dengan suara generator pada malam hari. Untung saja udara malam di daerah Komodo cukup "dingin" sehingga udara di dalam kamar cukup adem, kecuali malam kedua yang rada-rada seperti sauna.
Sebenarnya saya agak kesal dengan diver yang "manja" ini. Lha namanya juga di kapal, ya suara mesin kapal dan suara generator sudah pasti jadi menu sehari-hari. Kalau mau sepi kenapa adventure dengan kapal? Kan lebih enak hotel saja? GotSmiley for FREE! Click Here
Tapi sudahlah, lebih baik saya melihat pada sisi baiknya saja. Kami jadi menghemat bahan bakar karena generator dimatikan setiap malam.
Yah, setiap peristiwa pasti ada positif dan negatifnya. Lebih baik diambil yang positifnya saja.

Dan karena hanya ada satu kamar mandi sekaligus toilet di kapal ini, maka kadang-kadang kami harus antri saat hendak memakainya. Ujung-ujungnya saya jadi malas mandi. Padahal persediaan air tawar termasuk cukup berlimpah untuk ukuran sebuah kapal. Setiap selesai diving, untuk membilas tubuh dari air laut, saya hanya menggunakan beberapa gayung air tawar di dek, open air. Tidak jadi masalah, karena toch beberapa jam kemudian saya sudah terjun ke laut lagi, namun karena open air, siap-siap merinding saja kalau ditiup angin saat tubuh masih basah. Hmm.. 7 hari tidak mandi "bersih" dan tidak keramas membuat saya akhirnya merasa seperti ikan asin juga GotSmiley for FREE! Click Here hehehe..

Untuk urusan perut, sama sekali tidak ada masalah. Walaupun ragam makanan sudah pasti agak terbatas. Tidak mengherankan, base kapal ini di Labuanbajo, sebuah kota kecil di ujung barat Flores. Sudah tentu urusan belanja untuk dapur tidak bisa dibandingkan dengan kota seperti Denpasar kan?
Tapi soal rasa, hmmm... tidak mengecewakan. Yang paling saya sukai adalah kami selalu disuguhi ikan yang masih segar, dibeli langsung dari nelayan yang kebetulan berpapasan atau hasil mancing dari crew kapal sendiri.


Fishing by the crews.

Sebagai dive boat, kapal ini dilengkapi dengan 2 kompresor untuk mengisi dive tanks. Tidak ketinggalan juga tersedia 1 tabung oksigen untuk tindakan penyelamatan/pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan dalam penyelaman yang bisa mengakibatkan penyakit dekompresi.
Dan sudah tentu, seorang dive guide (Yang asyik pula. Menguasai area pekerjaanya, ramah dan tanggap).

Terlepas dari kesederhanaan yang ada, saya menikmati liburan saya dengan kapal ini.
Hmm.. pasti akan menjadi semakin asyik dan nyaman setelah semua penambahan eksterior dan interiornya selesai dikerjakan.

Ah ya, terus terang, sebenarnya saya tidak tahu nama dari kapal pak Condo ini. Saya selalu menyebutnya Condo 1.

1 comment:

yenni 'yendoel' said...

wah, Since, hidup serasa mimpi! menyenangkan sekali!